Program Skrining Sindrom Metabolik sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Lansia
1 / 3
Latar Belakang
Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Program Skrining Sindrom Metabolik sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Lansia" dilaksanakan sebagai respons atas kondisi wilayah Kota Tarakan yang merupakan daerah perbatasan dengan keterbatasan akses lansia ke laboratorium konvensional. Sindrom metabolik yang bersifat asimtomatik menyebabkan banyak lansia tidak menyadari risiko hipertensi, diabetes, dan dislipidemia. Selain itu, apotek mitra yang menerima kunjungan lansia cukup tinggi belum memiliki sarana deteksi dini terstruktur. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan skrining terintegrasi menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) dan tindakan edukatif di tingkat apotek sebagai upaya deteksi dini dan rujukan.
Tujuan Kegiatan
- Melaksanakan skrining dini tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, dan kolesterol total pada populasi lansia di Kota Tarakan.
- Mencatat profil klinis lansia secara sistematis untuk mendukung tindak lanjut kesehatan.
- Menyediakan edukasi dan konseling farmasi individual tentang pola hidup sehat dan manajemen faktor risiko penyakit tidak menular.
- Membentuk mekanisme rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bagi peserta yang berisiko.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan pada Apotek Vita Plus, Jalan W.R. Supratman No. 69, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Jadwal pelaksanaan adalah rutin setiap hari Jumat dalam periode November hingga Desember 2025, dalam kerangka waktu program yang berlangsung sejak 1 September hingga 31 Desember 2025.
Alur pelaksanaan disusun secara terstruktur dimulai dengan sosialisasi daring kepada pihak terkait dan penyiapan alat bagi tim pelaksana. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan di apotek dengan metode Point of Care Testing (POCT) menggunakan sampel darah kapiler untuk pemeriksaan gula darah sewaktu dan kolesterol total, serta tensimeter digital untuk pengukuran tekanan darah. Pemeriksaan diberikan secara gratis kepada peserta lansia.
Setiap hasil pemeriksaan langsung dicatat ke dalam formulir profil klinis individu. Setelah pengukuran dan pencatatan, tim melakukan interpretasi hasil, memberikan edukasi pola hidup sehat menggunakan leaflet dan poster, serta melakukan konseling farmasi individual. Peserta yang ditemukan berisiko atau memiliki temuan abnormal diarahkan untuk rujukan ke FKTP sesuai prosedur.
Partisipan dan Pihak Terlibat
- Pimpinan kegiatan: Dr. apt. Syuhada, M.Farm.
- Pelaksana: Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul.
- Mitra lapangan: Apotek Vita Plus, dipimpin oleh apt. Benazir Evita Rukaya, M.Farm.
- Sasaran peserta: masyarakat lanjut usia; total partisipan mencapai 68 orang lansia yang mengikuti skrining selama periode pelaksanaan.
Hasil Kegiatan
Kegiatan berhasil menjangkau 68 lansia yang menjalani skrining tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, dan pemeriksaan kolesterol total melalui POCT. Setiap peserta memperoleh pencatatan profil klinis yang memuat data demografis dasar, hasil pengukuran, serta rekomendasi singkat. Setelah interpretasi hasil, seluruh peserta menerima edukasi mengenai pola hidup sehat dan konseling farmasi individual yang menekankan manajemen diet, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan apabila berobat, serta pentingnya pemeriksaan lanjutan.
Bagi peserta dengan temuan yang menunjukkan risiko atau hasil abnormal, tim menyediakan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk penanganan lebih lanjut sesuai protokol setempat. Mekanisme rujukan dan catatan profil klinis diupayakan agar memudahkan tindak lanjut pasien oleh tenaga kesehatan primer.
Kendala dan Solusi
- Kendala: Keterbatasan akses lansia ke fasilitas laboratorium konvensional di wilayah perbatasan, sehingga skrining berbasis laboratorium sulit dijangkau oleh populasi sasaran.
- Solusi: Pemanfaatan metode POCT untuk pemeriksaan gula darah sewaktu dan kolesterol total, serta penggunaan tensimeter digital, memungkinkan pemeriksaan cepat dan terjangkau di apotek mitra.
- Kendala: Apotek mitra sebelumnya belum memiliki sarana deteksi dini terstruktur meskipun kunjungan lansia tinggi.
- Solusi: Pelaksanaan sosialisasi dan penyiapan alat bagi tim apotek serta penyusunan alur pemeriksaan dan pencatatan profil klinis untuk menata layanan deteksi dini secara lebih terstruktur.
- Kendala: Pelaksanaan yang terbatas pada hari Jumat dapat membatasi jangkauan waktu bagi sebagian lansia.
- Solusi: Penjadwalan rutin setiap Jumat dipilih untuk konsistensi operasional; mekanisme rujukan disiapkan untuk menangani peserta yang memerlukan tindak lanjut di hari selain pelaksanaan skrining.
Evaluasi Pelaksanaan
Secara proses, kegiatan terlaksana sesuai alur yang direncanakan: sosialisasi daring dan penyiapan alat, pemeriksaan POCT dan tensimeter digital, pencatatan profil klinis, interpretasi hasil, edukasi, konseling individual, serta rujukan ke FKTP. Partisipasi 68 lansia menunjukkan tingkat capaian awal dalam menjangkau populasi sasaran pada lokasi apotek mitra.
Penggunaan POCT memungkinkan deteksi dini di tingkat apotek tanpa ketergantungan pada laboratorium konvensional. Pencatatan profil klinis dan rujukan ke FKTP menjadi aspek penting untuk kelanjutan tindak lanjut klinis. Pembatasan frekuensi pelaksanaan (setiap Jumat) perlu dipertimbangkan dalam upaya memperluas cakupan layanan.
Rekomendasi Tindak Lanjut
- Melanjutkan dan mempertahankan program skrining rutin di apotek mitra dengan frekuensi yang dapat ditinjau ulang sesuai kebutuhan komunitas lansia.
- Meningkatkan kapasitas apotek mitra dan tenaga layanan melalui pelatihan lanjutan penggunaan POCT, manajemen data profil klinis, serta komunikasi rujukan ke FKTP.
- Menguatkan mekanisme rujukan dan koordinasi dengan FKTP setempat untuk memastikan tindak lanjut klinis bagi peserta berisiko.
- Memperbaiki dokumentasi dan sistem pencatatan untuk memungkinkan monitoring berkala dan evaluasi program jangka menengah.
- Menyediakan materi edukasi tambahan dan media promosi yang sesuai untuk meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular.
Kesimpulan
Program skrining sindrom metabolik yang dilaksanakan oleh tim dari Universitas Esa Unggul bekerja sama dengan Politeknik Kaltara dan Apotek Vita Plus berhasil melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, dan kolesterol total pada 68 lansia di Kota Tarakan. Pelaksanaan dengan metode POCT dan tensimeter digital serta pencatatan profil klinis, edukasi, dan rujukan ke FKTP menunjukkan bahwa upaya deteksi dini penyakit tidak menular pada lansia dapat diintegrasikan di tingkat apotek. Untuk keberlanjutan dan perluasan cakupan, diperlukan peningkatan kapasitas, penguatan mekanisme rujukan, dan perbaikan dokumentasi serta penjadwalan yang mempertimbangkan kebutuhan komunitas lansia.